Tutup, Tatap, Titip dan Tetap
Tulisan ini bermula dari status WA teman saya yang ia bagikan beberapa waktu yang lalu. Saya tertarik mengembangkan status yang sangat singkat tersebut-mungkin hanya beberapa menit sekian detik-menjadi bahan ceramah dengan menguraikan perluasan makna-makna yang tersirat di dalamnya. Apalagi dari sisi judul bisa dijabarkan kepada semua kalangan umur, baik itu remaja, dewasa terlebih kepada orang tua.
1. Tutup
Tutup di sini maksudnya adalah agar seseorang menutupi seluruh aib yang pernah dilakukannya. baik itu aib yang sekalanya besar maupun kecil. Tujuan kita menutup aib tidak lain untuk menjaga kehormatan kita sebagai seorang yang beragama, seorang yang religius, seorang yang masih memiliki harkat dan martabat yang tinggi di mata Allah swt dan di hadapan manunusia. Allah swt. sudah menutupi aib seseorang, namun terkadang manusialah yang suka mengumbar aibnya sendiri. Ini menunjukkan betapa rendahnya harga diri seseorang yang mau meruntuhkan sesuatu yang sudah Allah tinggikan dalam dirinya. Ia membuka sesuatu yang Allah swt. sudah tutupi.
Dewasa ini memang banyak kalangan masyarakat yang tidak resah mempertontonkan sesuatu yang tabu pada zamannya. Dahulu seorang yang minum-minuman keras pergi jauh dari keramain. Sekarang malah banyak dari kaum muda yang mempertontonkan di media sosial secara live minuman keras beserta tambul-tambulnya. Dahulu orang main judi jauh kebelakang rumah penduduk, sekarang malah merajalela menjamur dengan cepat di setiap sudut sudut rumah, di lopo, kebun, tempat tidur, di mana saja bisa ia akses. Berbagai kalangan mulai dari anak sekolah SD, SMP, SMA, mahasiswa, petani/pekebun, Kantoran, Pegawai Negeri ataupun swasta sudah akrab dengan istilah Mendepo, Jekpot, Withdraw atau WD dan lain-lain. Menurutu PPATK (Pusan Pelaporan Analisis Transaksi Keuwangan) nilai transaksi judi online 2025 sebesar 99,6 Triliun. Itu sudah termasuk intervensi dari pemerintah menekan yaitu pemblokiran rekening dortman, fiktif dan lain-lain. kalau misalnya tidak ada intervensi dari pemerintah bulan Mei 2025 maka hal yang sama akan terjadi seperti 2024 lalu di mana nilai transaksi judi online mencapai 990 T dan berpotensi 1100 Triliuan.Na'uzu billahi min jalik.
Kalau kita perhatikan secara garis besar, maka yang paling untuk dari sini adalah mereka yang memfasilitasi judi online dan bandarnya. Bagaimana tidak untung? Bandar sebenarnya dapat menyetel siapa saja yang dia inginkan menang, akun baru pasti sering ia menangkan untuk memancing ketagihan pemain. paling banyak akumulasi nilai pemain yang ia menangkan berkisaran 10 Triliun. sisanya 980 Triliun menjadi keuntungan bandar dan kolega-koleganya. itulah yang disumbangkan oleh masyarakat indonesia yang mereka patung dari pinjaman online, uang sekolah anak, uang belanja rumah tangga, bahkan terkadang uang investasi tabungan masa depan mereka yang dirancang sekian tahun habis semua akibat judi online. Dari sini dapat kita pahami bahwa pemain judi online ini, tanpa mereka sadari mereka telah bersatu menyumbangkan dana yang sangat besar kepada mafia-mafia dan bandar judi. mereka bersatu padu mengumpulkan uang mulai dari yang paling kecil sampai yang paling besar. 50 ribu, 100 tb, 500 rb, 1 jt, 10 jt, 100 jt bahkan milliaran rp.
Komentar
Posting Komentar